Memilih positivism atau post-positivism
Nama : As’ad Syamsul Arifin
NIM : 250321814273
OFF : A
Review artikel
Metodologi Penelitian Kuantitatif
POSITIVISM AND POST-POSITIVISM AS THE BASIS OF QUANTITATIVE RESEARCH IN PEDAGOGY
v Tujuan penelitian
1. Mendefinisikan konsep paradigma dan perannya positivism dan post-positivism dalam penelitian pedagogis
2. Menganalisis kekuatan dan keterbatasan positivisme dan pasca-positivisme dan kemungkinan mengatasi kelemahannya.
v Metodologi penelitian
Artikel ini menggunakan metode teoritis dengan analisis konten untuk menganalisis paradigma positivism dan post-positivism dan hubungan mereka dengan pendekatan kuantitatif. Ini melakukan analisis komparatif dari kekuatan dan keterbatasan kedua paradigma, menyoroti pentingnya memahami paradigma dalam mendefinisikan proses penelitian. Para penulis menyajikan argumen pendukung dengan membahas asumsi dan konsep yang memandu penelitian di setiap paradigma, dan bagaimana mereka mempengaruhi metodologi, metode, dan desain penelitian. Makalah ini juga menyajikan analisis kritis tentang keterbatasan positivisme dan kemungkinan mengatasi kelemahannya melalui pasca-positivisme.
v Hasil penelitian
Makalah penelitian ini berkontribusi pada pengetahuan yang ada dengan memberikan analisis komprehensif tentang paradigma positivismdan post-positivism dalam penelitian pedagogis. Temuan kunci menyoroti pentingnya memahami paradigma dalam membentuk proses penelitian, kekuatan dan keterbatasan positivisme dan post-positivisme, dan kebutuhan untuk memilih paradigma yang sesuai untuk penelitian dalam ilmu sosial dan humaniora. Makalah ini juga menekankan pentingnya mempertimbangkan konteks di mana penelitian terjadi dan pentingnya menavigasi tantangan berbagai paradigma dalam penelitian.
v Keberlanjutan penelitian
Makalah ini mengidentifikasi peluang penelitian untuk mengeksplorasi penerapan post-positivisme dalam penelitian pedagogis, khususnya dalam mengatasi keterbatasan positivisme. Ini juga menyarankan untuk menyelidiki efektivitas triangulasi sebagai metode untuk menggabungkan paradigma, dan memeriksa peran konteks dalam membentuk hasil penelitian. Selain itu, makalah ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut tentang kekuatan dan keterbatasan paradigma yang berbeda dalam berbagai konteks pedagogis.
v Saran dari peneliti
Makalah ini mengeksplorasi hipotesis atau teori utama yang terkait dengan paradigma penelitian, khususnya paradigma positivisme dan pasca-positif, dan implikasinya untuk penelitian pedagogis. Teori-teori utama yang dibahas meliputi konsep paradigma, hubungan antara paradigma penelitian dan pendekatan, dan keterbatasan dan kemungkinan positivisme dan pasca-positivisme. Makalah ini juga menyentuh gagasan bahwa pilihan metode yang salah dapat menyebabkan hasil yang tidak relevan dan para peneliti harus hati-hati mempertimbangkan tujuan penelitian dan kebutuhan data mereka sebelum memilih paradigma.
Komentar
Posting Komentar